TARUTUNG, SUMATERA UTARA, REALITA INDONESIA NEWS — Polemik dugaan keterlibatan oknum Perwira Seksi (PASI) Kodim 0210/Tapanuli Utara berinisial RS dalam aktivitas yang disebut-sebut berkaitan dengan penimbunan dan perdagangan BBM bersubsidi memasuki babak baru.
Setelah pemberitaan sebelumnya mencuat, RS memberikan bantahan keras. Melalui pesan WhatsApp kepada awak media, dirinya meminta agar namanya tidak dikaitkan dengan dugaan aktivitas tersebut.
“Jangan nama saya dibawa-bawa,” tulis RS.
Tak hanya membantah, RS juga menyatakan akan menempuh jalur hukum karena merasa namanya telah dicemarkan.
Realita Indonesia News menghormati hak RS untuk memberikan bantahan maupun menempuh langkah hukum. Namun, persoalan tidak berhenti pada bantahan tersebut.
Sebab, muncul keterangan lain dari pihak yang disebut mengetahui aktivitas di lokasi gudang BBM yang sebelumnya dikaitkan dengan RS.
Boru Manik, yang disebut sebagai istri pemilik rumah sekaligus pekerja di lokasi tersebut, menghubungi awak media melalui WhatsApp dan memberikan keterangan yang justru memunculkan tanda tanya baru.
Dalam komunikasinya, Boru Manik menyampaikan bahwa pihak-pihak di lokasi disebut telah mendapatkan bagian atau “jatah stabil” dari hasil penjualan minyak solar yang mereka kelola.
“Berteman aja kita pak, karena semua di sini sudah dapat stabilnya pak, jadi berbagi-bagi lah kita,”demikian keterangannya.
Pernyataan tersebut tentu menjadi bagian penting yang perlu diklarifikasi secara serius, khususnya mengenai siapa pemilik modal, siapa pengelola, dari mana BBM diperoleh, ke mana BBM didistribusikan, serta siapa saja yang menikmati keuntungan dari aktivitas tersebut.
Lebih jauh, Boru Manik juga menyebut bahwa modal minyak tersebut sebenarnya berasal dari istri RS, bukan RS secara langsung.
Di sinilah persoalan menjadi semakin menarik.
Jika sebelumnya muncul tudingan yang mengaitkan langsung RS dengan kepemilikan minyak, sementara kini muncul keterangan bahwa modal tersebut disebut berasal dari istrinya, maka publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang dan tidak sepotong-sepotong.
Apakah benar RS sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut?
Siapa sebenarnya pemilik modal BBM?
Siapa yang mengatur pembelian dan distribusi solar?
Siapa yang memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut?
Dan yang tidak kalah penting, apakah BBM yang diperjualbelikan tersebut merupakan BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah vonis. Namun, merupakan hal yang patut dijawab apabila memang terdapat aktivitas penyimpanan dan perdagangan BBM dalam jumlah besar sebagaimana disebut dalam pemberitaan sebelumnya.
Realita Indonesia News menegaskan bahwa pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi pihak tertentu. Bantahan RS tetap menjadi bagian penting dalam prinsip keberimbangan pemberitaan. Begitu pula keterangan Boru Manik perlu diuji dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Namun, bantahan tidak boleh otomatis mengakhiri persoalan apabila masih terdapat keterangan lain yang berlawanan dan belum terurai secara terang.
Jika seluruh aktivitas tersebut legal dan memiliki dokumen serta perizinan yang sah, maka publik tentu menunggu penjelasan dan bukti yang dapat menjernihkan persoalan.
Sebaliknya, apabila benar terdapat praktik penyelewengan BBM bersubsidi, maka aparat penegak hukum harus berani membongkar sampai ke akar-akarnya — siapa pemainnya, siapa pemodalnya, siapa pengendalinya, dan siapa saja yang menikmati aliran keuntungannya.
Terlebih apabila dugaan tersebut menyeret nama anggota institusi negara. Jangan sampai status atau jabatan seseorang justru menimbulkan persepsi adanya kekebalan hukum.
BBM bersubsidi adalah hak masyarakat yang penggunaannya telah diatur negara. Jika benar terjadi penyimpangan, persoalannya bukan sekadar bisnis minyak, tetapi menyangkut kepentingan publik dan potensi kerugian negara.
Kini bola berada di tangan pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.
RS telah membantah. Boru Manik telah memberikan keterangan berbeda. Tinggal pembuktian yang akan menjawab: siapa sebenarnya yang berkata benar?
REALITA INDONESIA NEWS akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini dan memberikan ruang konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
(RED)






















